Bagian 8. Mengikatkan Diri

Saat itu cuaca cerah, kesibukan buruh-buruh bagasi kapal menambah hiruk-pikuknya suasana pelabuhan kota kecil, angin bertiup membelai butiran keringat seorang ibu yang tanpa mempedulikan terik matahari disiang itu. Hari itu adalah hari yang teramat penting baginya, hari dimana dia harus melepas kepergian putera semata wayangnya mengejar cita-cita menuntut ilmu di pulau seberang. Berulang kali dia menarik nafas panjang mencoba menekan rasa sedih yang datang menyeruak.…

Bagian 7. Iba Diri

Manusia terlahir bukan atas kehendaknya sendiri, melainkan atas kehendak Tuhan. Juga manusia kelak mati tidak mungkin atas kehendaknya sendiri, juga Tuhan yang menentukan saatnya dan caranya. Seluruh hidup manusia, dari lahir sampai mati, seluruhnya berada di tangan Tuhan yang menentukan segalanya, sungguh pun segala akibat itu bersebab dari sumber perbuatan manusia sendiri. Hukum Tuhan adalah hukum mutlak yang tak dapat dirubah oleh siapa pun juga,…

Bagian 6. Duka Diri

Matahari tersembul dari permukaan laut di timur, menciptakan jalur keemasan di atas air yang tenang dan berwarna biru gelap. Kadang-kadang nampak badan ikan tersembul, putih berkilauan, hanya sekelebatan saja karena binatang itu segera menyelam kembali dan membuat lingkaran yang makin melebar di permukaan air. Kadang-kadang ada ikan meloncat keluar dari permukaan air, menimbulkan suara air memecah ketika ikan itu terjun lagi dan berenang secepatnya menghindarkan…

Bagian 5. Balas Dendam 2

Menaruh dendam menimbulkan kebencian, dan kebencian melahirkan perbuatan-perbuatan kejam dan jahat!. Sebaiknya kita tidak boleh dipermainkan oleh perasaan pribadi, tidak boleh menjadi mata gelap karena dendam. Oleh karena itu tidak boleh menurutkan nafsu hati, melainkan harus selalu tenang seperti air telaga yang dalam. Jika pikiran tenang, maka nafsu tidak akan mudah mengganggu dan segala tindakan kita dapat dilakukan dengan tepat, menurutkan hasil pertimbangan pikiran dan…

Garis Silsilah Muso Jikiden Eishin Ryu Iaijutsu

Garis Silsilah Muso Jikiden Eishin Ryu Iaijutsu Pada beladiri koryu (aliran tradisional) lineage atau garis silsilah adalah sangat penting. Keabsahan suatu aliran beladiri tradisional Jepang khususnya harus dibuktikan dengan adanya silsilah dari guru ke murid dan seterusnya. Komei Juku memiliki garis silsilah yang tak terputus mulai dari pencipta iaijutsu Hayashizaki Jinsuke Shigenobu sampai dengan Soke (Grand Master) yang ke 21, Sekiguchi Takaaki (Komei). Di bawah…

Samurai Indonesia

Samurai Indonesia Ilmu beladiri pedang Samurai Iaijutsu diciptakan oleh Hayashizaki Jinsuke Minamoto Shigenobu yang hidup antara 1546 hingga 1621. Iaijutsu itu sendiri berasal dari beberapa huruf kanji. “I” yang berarti “menjadi” atau “duduk”, “Ai” yang berarti “Harmoni” dan “Jutsu” yang berarti “Seni”, sehingga jika semua digabungkan bisa dipandang sebagai “Seni Keharmonisan Makhluk Hidup”. Secara filosofi, tujuan berlatih Iaijutsu bukanlah untuk mengalahkan orang lain, namun lebih…

Lebih Dekat dengan Iaijutsu

Lebih Dekat dengan Iaijutsu Iaijutsu (居 合 術) adalah salah satu disiplin seni bela diri (koryu) Jepang yang menonjolkan teknik kecepatan mencabut pedang (Katana) sekaligus masuk menebas lawan. Namun sebetulnya, itu bukanlah komponen satu-satu nya dari seni ini, banyak “kata” dari iaijutsu yang melibatkan gerakan-gerakan tambahan teknik penggunaan pedang setelah pedang tercabut, yang meliputi banyak sekali variasi dari skenario pertaryngan. Mindset nya adalah, seorang praktisi…

Bagian 4. Balas Dendam

BALAS DENDAM adalah buah dari pada BENCI yang menjadi senjata setan untuk menyeret manusia ke lembah kesesatan. Sebaliknya RELA MAAF adalah buah dari pada CINTA KASIH yang akan menjadi obor bagi manusia menuju jalan kebajikan. Kejadian yang sudah SEMESTINYA terjadi, akan terjadilah. Tiada kekuasaan lain di dunia ini mampu mengubahnya. Setiap kejadian di dunia ini sudah sewajarnya, tidak mempunyai sifat menyenangkan atau menyusahkan, wajar dan…

Bagian 3. Bahaya Nafsu

Diantara karunia Tuhan kepada makhluk manusia antara lain adalah memiliki cinta kasih dan nafsu. Memang sesungguhnya, tiada seorang pun manusia di dunia ini yang terluput dari pada serangan dan dorongan hawa nafsu maupun cinta kasih. Tak seorang pun boleh mengingkari atau menghindarinya karena hal ini sudahlah wajar. Namun, betapa hebat cinta kasih merangsang hatinya, manusia tetap harus tenang waspada, jangan membiarkan diri diperhamba nafsu. Harus…

Bagian 2. Mengenal diri Sendiri Mengenal Arti Hidup yang Sesungguhnya

Orang yang mengenal diri sendiri akan selalu dalam keadaan waspada dan sadar sehingga berada di dalam lingkungan apa pun juga dia akan selalu mengamati tingkah laku sendiri lahir batin setiap saat, tak mungkin terseret atau ternoda. Seperti emas murni atau bunga teratai, biar berada di lumpur akan tetapi tetap bersih. Sebaliknya, orang yang tidak mau mengamati dirinya sendiri setiap saat, akan mudah lupa diri karena…